Canangkan BIAN, Bupati minta target imunisasi balita di Kudus tercapai

Pemerintah secara serentak mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dalam upaya meneliminasi penyakit campak-rubella atau Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2023.

Update: 2022-08-01 15:25 GMT
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah secara serentak mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dalam upaya meneliminasi penyakit campak-rubella atau Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2023. Serta mempertahankan Indonesia Bebas Polio dan mewujudkan Dunia Bebas Polio pada tahun 2026. BIAN tingkat Kabupaten Kudus Jawa Tengah tahun 2022 dicanangkan langsung oleh Bupati Kudus, Hartopo beserta Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo bertempat di Puskesmas Wergu Wetan, Senin (1/8).

Bupati menyampaikan program BIAN menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi bagi anak. Pasalnya pandemi yang terjadi pada 2020 dan 2021 lalu telah berdampak pada penurunan capaian imunisasi. Maka dari itu, ia mendorong Dinas Kesehatan bersama seluruh pihak yang terlibat agar mampu memenuhi target tahun 2022.

"Tahun 2019 lalu bisa melebihi target, namun di 2020 dan 2021 turun dari target karena dampak pandemi yang terjadi dua tahun lebih. Kami berharap tahun 2022 ini harus bisa tercapai target," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (1/8).

Pihaknya meminta Dinas Kesehatan segera membentuk tim khusus yang siap terjun untuk mengedukasi masyarakat, agar bersedia mengikutkan anaknya imunisasi sebab anak yang sehat akan tumbuh menjadi generasi yang handal dan berkualitas. "Bulan imunisasi perlu disosialisasikan oleh Dinkes supaya orang tua tidak terlambat mengikutkan anak imunisasi. Tim juga perlu melakukan sosisalisasi dan edukasi kepada ibu-ibu supaya yang punya anak, cucu bisa sedini mungkin (mulai usia 9 bulan)," kata Hartopo.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Kudus, Andini Aridewi mengungkapkan, pelaksanaan bian tahun ini memiliki tujuan khusus yakni meningkatnya imunitas masyarakat terhadap penyakit campak-rubella, tidak adanya kasus Congenital Rubella Syndrome (CRS) dan meningkatnya jumlah anak yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

"Dengan sasaran BIAN MR usia 9 - 59 bulan 43272 balita, untuk sasaran Imunisasi KEJAR usia 12 - 59 bulan untuk DPT HB-HiB 3540 Balita, sedangkan OPV 3540 balita dan IPV 5500 balita," paparnya.

Imunisasi kejar IPV1 dimaksudkan untuk menutup kesenjangan imunitas dan memastikan anak-anak terlindungi dari virus polio tipe 2. Selain itu, Indonesia juga perlu melakukan langkah untuk menekan KLB PD3I yang dapat terjadi di masyarakat dan menjadi masalah baru di tengah pandemi yang belum berakhir. Imunisasi dapat diikuti di seluruh posyandu, puskesmas dan rumah sakit.

"Sehubungan dengan hal itu, dibutuhkan kegiatan imunisasi tambahan dan imunisasi kejar guna menutup kesenjangan imunitas di masyarakat. Upaya tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional," imbuh Andini. 

Tags:    

Similar News